Berkarya` dalam garis - warna - dan kata

Sabtu, 08 Maret 2014

Masih ada `Harapan`



13 Januari 2014

Sebuah niat yang sudah tertanam.. Aku ingin ‘mengabdi’ di bangku sekolah..

Menenteng tiga buah map berwarna hijau.. bertulisankan tangan tegak bersambung.. hitam di atas putih.. bukti sebuah niat telah tersemat..

Satu tujuan pertama.. sebuah tempat asing.. sebuah nama yang baru pertama terdengar..
Perjalanan mencari.. tigapuluh menit.. lumayan..
Mataku bergerilya.. Mencari tanda-tanda khas pintu masuk sebuah sekolah.. Sebuah gerbang sekolah..
Terlewati.. bukan gerbang.. bukan ukiran diatas pualam.. hanya papan kayu.. hijau dan usang.. tak ada gerbang.. tak ada pagar pembatas..

 “Ini..? yakin..?”, berkata pada diri sendiri.. Tapi nyatanya papan itu bertuliskan alamat yang kutuju..
Tiga buah gedung.. halaman dengan tanah berumput..
“Pasti ini.. toh di sana ada seragam khas sekolah tingkat atas.. Putih.. Abu-abu..”, mulai kembali bergumam dengan diriku sendiri..
Aku sudah sampai sejauh ini.. mempertaruhkan niat..
Memasuki halaman sekolah.. halaman sekolah yang belum pernah kulihat ada yang seperti ini.. diiringi pandangan heran dan tanda tanya dari puluhan pasang mata..
Aku sampai di bawah sebuah pohon kelapa.. yaaa.. pohon kelapa di halaman sekolah..
Bertanya, mencari ruang yang sekiranya pantas disebut sebagai ruang Kepala Sekolah..
Ahh yaa,, kembali aku tertegun.. aku sedang berada tepat dihadapannya.. berdiri di depan ruang Kepala Sekolah yang sekaligus adalah ruang guru-guru..
Kembali mendapatkan pandangan heran.. “Apa aku terlalu aneh..?”, pertanyaan mengudara dibenakku..
Entahlah.. aku sedang berusaha.. menyembunyikan keterkejutanku.. mencoba mengusir dengan senyuman sebisaku..

Bangku-bangku tua berbalur cat hitam.. sepetak ruang yang dihuni puluhan jiwa..
Jiwa-jiwa yang membuatku kagum nantinya..

Sambutan hangat dari Ibu kepala sekolah.. perbincangan seperlunya selama 15menit.. selesai dan berpamitan..

Perjalanan pulangku terasa gamang.. aku melihat,, apa yang belum pernah aku lihat.. ada rasa nyeri dalam dada.. ada beribu pertanyaan mengudara..
“Kenapa?”
Mencoba menikmati perjalanan pulang tigapuluh menit dengan jalan aspal yang berkelok-kelok.. sesekali menanjak dan turun..
Terlalu tertegun dengan pemandangan tadi.. dua map hijau urung kuantarkan ke alamat yang sudah tertulis di sana..
Ini di Jawa.. tahun 2014.. di Yogyakarta.. kota yang masih menyandang nama sebagai kota Pelajar.. Apa selama ini aku terlalu menutup mata?

Sebuah desa dipinggiran bantaran sungai Progo..

Ini terlalu gamang.. 
Tentang ada dan tidaknya harapan..
Tapi,, ada yang mendekat pelan.. Ada yang mengetuk perlahan..