Ada
kelangangan.. di atas tanah yang nampak memerah..
Berbeda
dari yang biasa.. mungkin karena waktu mulai beranjak menjemput senja..
Bukit-bukit
yang menjulang di depan mata.. saksi bisu sejarah perubahan peradaban..
Apa yang sebenarnya sedang aku
tunggu?
Ada.. ada yang sedang aku
tunggu..
Dinding
yang terasa dingin.. kerikil-kerikil yang terlihat tajam..
Mulai
terbiasa namun tak pernah bosan..
Dasar
peradaban bermula di tempat ini.. Sekolah..
Sekolah..
Bukan gedung dan ruang-ruang kosong ini..
Tapi
detak-detak dan nafas-nafas yang terhembus
demi sebuah nur.. cahaya ilmu..
Lamunanku
mulai terusik..
Langkah-langkah
kaki mulai terdengar mendekat.. celoteh suara mulai terdengar perlahan.. Seulas senyuman tersimpul spontan.. penantian
manis.. wajah-wajah anak bangsa..
“Beri aku ladang gersang.. maka
akan kubawakan air untuk menumbuhkan tanda-tanda kehidupan..”
“Assalamu’alaikum
ibu.. “
Ucapan
yang lebih merdu dari musik apapun di dunia ini..
“Kalian
datang.. tapi bukan untuk saya.. satu langkah kecil perubahan untuk masa depan
kalian.. Terimakasih..”
“Datang..
maka kau akan membawa pulang apa yang kau cari di sini..”
Pada matahari.. kau mungkin bisa
bersembunyi.. tapi pada senja.. persembunyianmu sirna..