`Karena hujan seperti melantunkan
sajak yang menyedihkan`
Masih dalam guyuran hujan, kalimat
itu terus terngiang di telingaku, terus bergema di kepalaku. Hari demi hari.
Sajak di bawah Hujan~
Dingin. Harmoni.
Hanya itu yang aku tahu. Aku benar-benar
tak bisa memahami kalimat lelaki tua itu. Ahhh,, bukan tak bisa, tapi hanya
belum bisa. Mungkin jika usiaku sepadan dengannya, aku akan bisa memahami
maksudnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar