Berkarya` dalam garis - warna - dan kata

Sabtu, 16 November 2013

Sajak di bawah Hujan - Bagian 1

Langit benar-benar gelap, bukan karena hari sudah malam tapi karena rasanya akan segera turun hujan. Kilatan-kilatan cahayapun tak kalah mengabarkan pertanda akan datangnya bulir-bulir air dari langit. Aku harus segera sampai rumah kalau tak mau basah kuyup oleh hujan. Menyeberangi jalanan yang tak biasa aku lewati. Bermaksud memotong jalan agar sampai rumah lebih cepat daripada biasanya. Ada yang menarik. Di ujung jalan sebuah persimpangan. Aku melihat sesuatu yang menarik.
Seorang lelaki tua yang tengah duduk seorang diri dan hanya ditemani sepeda tua di sampingnya. Ketuaan yang nampak dari guratan-guratan halus di wajah dan warna putih yang memudar di kepala dengan sepeda yang tak kalah terlihat tua karena warna kecokelatan yang tak bisa lagi disembunyikan.
Aku memperhatikannya sejenak. Mencoba mencuri-curi lihat apa gerangan duka yang menggelayut di wajah renta itu. Apa pula yang tengah Ia lakukan di sana, duduk seorang diri di bawah langit yang menggertakkan kewaspadaan akan datangnya hujan. Apa yang Ia tunggu dengan berpayung pepohonan dalam gerimis yang mulai berbaris.
Ah, apa gunanya aku tahu. Guntur dan petir yang sejak tadi bersahutan seperti menyuruhku untuk segera pulang. Aku abaikan lelaki tua itu dan kupercepat kayuhan sepedaku.
Menyeruput secangkir cokelat panas. Menyembunyikan tangan dan kaki di bawah selimut tebal. Mencoba mengusir dingin di sekujur tubuh. Hujan. Selalu saja terasa menyenangkan dan menyakitkan di waktu yang bersamaan. Menikmati hujan dan tangankupun menari di atas kertas kosong. Sosok lelaki tua di ujung jalan tadi samar terlihat di kertas putihku. Lelaki tua yang tadi. Lelaki tua yang membuatku bertanya-tanya tadi. Samar memang namun duka di wajah itu nampak sangat jelas.
Aku letakkan pensil dan kertasku. Aku ingin tidur. Sangat melelahkan rasanya hari ini..

2 komentar:

  1. Waah, mbak Liana... Udah puitis aja nih.
    Aku beberapa kali lihat gambar-gambar mbak nongol di beranda fb.. Baguss... :)

    BalasHapus
  2. hehheheee...... udah dari dulu puitisnya hlooo... :D
    makasih buat pujiannya.... semoga kedepan bisa lebih-lebih-lebih baik n bagus lagi.. :)

    BalasHapus